Ich Vermisse

 

There’s a song that’s inside of my soul.
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold.
But you sing to me over and over and over again.

So, I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now you’re my only hope.

Sing to me the song of the stars.
Of your galaxy dancing and laughing and laughing again.
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that you have for me over again.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I know now, you’re my only hope.

I give you my destiny.
I’m giving you all of me.
I want your symphony, singing in all that I am
At the top of my lungs, I’m giving it back.

So I lay my head back down.
And I lift my hands and pray
To be only yours, I pray, to be only yours
I pray, to be only yours
I know now you’re my only hope.

*Mandy Moore : Only Hope*

 

aku merindukan seseorang yang tak pernah ku sangka sebelumnya. kerinduan ini muncul begitu saja. tentang dia.. aku sendiri tak mengerti. kita yang hanya sesekali menyapa. kita yang tak pernah ada pembicaraan yang akrab, seru dan nyaman. kita yang selalu berjarak. kita yang tak pernah ada benang merahnya.

tentang dia. yang mungkin tak akan pernah aku temui selamanya. ya, pasti. setelah dia memilih hijrah ke London, seperti harapannya, meneruskan studinya disana. dan aku, yang akan segera menikah di bulan ke tiga, setelah sempat tertunda sebelumnya.

tentang dia. Dan cincin ini kembali menyadarkanku dari ketidakwarasan ini. Disaat aku dan hatiku mulai meratap bimbang,  seketika aku melihat jemari ini dan ku lihat orang yang sangat menyayangiku dan begitu setianya. Perasaan ini tak pernah tergantikan. ya, aku, hatiku dan semua jalan cerita ini hanya untuk dia. Dia yang telah begitu sabarnya menghadapi aku dan segala keanehanku. Dia yang begitu setianya menemaniku, mendengarkan cerita lucu dan keluh kesahku bertahun2 lamanya. Dan untuk dia yang nun jauh disana, tak pernah akan bisa menggantikannya.

Dan tentang dia…  biarkan kerinduan ini meratap pelan karena nantinya akan mengasap dan hilang.

Tentang dia. Ich Vermisse dich. Aber ich liebe sie.

 

 

Dear God, the only thing i ask of you

is to hold him when i’m not around

when i’m much too far away

we all need that person who can be true to you

but i left him when i found him

and now i wish i’d stayed

’cause i’m lonely and i’m tired

i’m missing u again

Once again… *Avanged Sevenfold : Dear God*

 

 

jakarta, 2 desember 2009

– Indah Rephi-

Advertisements

7 thoughts on “Ich Vermisse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s