Endlessly Poem

1235_white-baby-tiger

seorang laki-laki paruh baya, duduk tenang di atas batu besar di pinggir sungai sore itu. Pakaian hitamnya yang mulai pudar dan lusuh, tak memudarkan ketulusan yang terpancar dibalik sunggingan senyum di bibirnya.  “inilah belahan jiwaku…”, ujarnya, sembari melirik caping dan seruling bambu yang ia letakkan di sisi kanannya. Caping dan seruling itu memang tak pernah jauh darinya. Ia hanya meninggalkan benda-benda kesayangannya itu ketika ia berada di surau.

Perlahan ia meraih seruling bambu itu dan memainkannya dengan sangat indah. nada-nada yang diciptakan dari seruling itu seakan memunculkan esensi dari masa lalu yang menggetarkan rongga-rongga jiwa, membangkitkan kenangan-kenangan yang penuh sesak dan tawa.

 

Langit tak sebiru dulu lagi

dan aku disini, ditepian ini, menunggu jingganya langitku

Usiaku yang kian berlanjut, tubuhku yang merenta,

 tak semudah itu membuatku berhenti untuk berfikir…

 tentang kehidupan dan esensinya.

berkisah tentang hidup itu seperti menulis sebuah syair

jika hati kita senang, kita akan menuliskan tentang keceriaan..kebahagiaan… tentang rasa.. rasa ketika kita merasakan jatuh cinta..

jika hati kita terluka, kita akan menuliskan tentang kepedihan dan kekecewaan yang mendalam… bahkan kemarahan terhadap kekasih.

membuatnya seindah mungkin.. atau.. sesedih mungkin

atau bahkan.. menuliskan kolaborasi diatara keduanya.

 

bagiku…

berkisah tentang hidup itu seperti ketika aku memainkan serulingku..

bernada tanpa sajak, berkisah tanpa tulisan dan kata-kata.

karena di dalamnya, aku menemukan esensi kehidupan di masa lalu

esensi yang membentangkan kerinduan seluas-luasnya..

Kerinduan akan Dia..sang Ilahi.. 

dari seruling inilah aku menemukan syair tanpa akhir…

 

Seruling itu ia mainkan dengan begitu sempurna. Sesempurna desiran angin yang membuai pucuk-pucuk ilalang. Gemericik air yang mengalir disungai itu pun menambah keindahan terhadap nada-nada yang di ciptakan dari seruling itu. Instrumen alam memang menakjubkan…

 

jangan tunjukan ketidakberdayaanmu dengan kehampaan.

itu hanya akan membuatmu semakin rapuh

maka, bersyairlah..

lengkapi nada serulingku dengan perasaanmu yang membuncah

mari kita berdendang..

bercerita tentang hidup dan kehidupan

berjiwa besarlah..tundukkan hatimu

Tuhan tidak akan ridho melihat manusia tanpa syukur diujung lidah dan hatinya..

 

Bapak Tua itu terus memainkan serulingnya. seluruh isi hatinya tertumpah di dalamnya, hingga tanpa terasa hari semakin senja. Sesenja mata bapak Tua itu, tapi tak sesenja hatinya.

Langit yang meredup diiringi kidung yang indah. Di ufuk sana, warna jingga menyemburat cantik. seperti mengucapkan selamat malam kepada sang cahaya, Matahari.

Pada titik akhir, bapak tua itu menghentikan dendangan serulingnya. Ia mengangkat caping bambu yang ia kenakan di kepalanya, lalu mengibaskannya perlahan ke arah tubuhnya. Seperti, mengeruk angin. Nampak terlukis guratan kelegaan yang luar biasa dari wajahnya. “Terimakasih serulingku… denganmu, aku bisa membuat syair tanpa akhir untukNya.. terimakasih capingku… denganmu, aku bisa merasakan keteduhan diantara gigitan-gigitan panas matahari.. seperti kesejukan ketika aku membasuh wajahku dengan air wudhu..”.

Tak terasa, azan magrib mulai berkumandang dari surau-surau. Suaranya yang samar-samar dari kejauhan terasa begitu merdu di hati. Bapak tua itu segera beranjak dari tempat duduknya, Dengan semburat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya yang menua, ia perlahan ia menurunkan kedua kakinya ke dalam sungai yang mengalir tenang. Gemericik suara air sungai membuat suasana senja semakin syahdu. Perlahan ia membasuh kedua telapak tangannya hingga kedua kakinya.  “Ya Robb.. ijinkan aku menghadapmu…”.

 

Jakarta di ujung Senja, 16 Maret 2009

— Indah Rephi–

 

 

Nb:

Kesurupan apa ya aku ini. ko nulis beginian.. namun, ya, semoga bermanfaat ^^

tentang harimau.. memang ga ada hubungannya secara langsung dengan tulisan ini. Ntah mengapa aku menyukainya, sama seperti singa jantan yang gagah sebelumnya ^^ Singa dan Harimau adalah simbol kekuatan dan ketangguhan. aku yakin, di dalam tubuh yang rapuh sekalipun jika kita mengigatNya.. akan muncul kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. jadi, jangan rapuhkan jiwamu seperti tubuhmu yang merapuh dengan menjauh dari-Nya ^^v

aku bukanlah manusia yang baik, maka, doakanlah aku agar menjadi manusia yang berdiri diantara orang-orang yang di kasihi-Nya.. amiin.. 🙂

Advertisements

91 thoughts on “Endlessly Poem

  1. Dear Indah,
    Kita gak kesurupan karena mengingat Allah..
    Dan kita semua adalah manusia biasa..
    Tak luput dari kesalahan dan dosa..
    Dan dibalik semua rasa itu..
    Ada hati dan jiwa..
    Ada Allah yang memiliki segalanya..
    Dan meminjamkan pada kita..
    Sambil melihat apakah kita tetap menjaganya..

    Keep on moving forward Indah..
    And keep on smiling..
    I know you can.. 🙂

  2. Kadang saat menulis gak kita sadari dan setelah selesai bru mikir,apa arti dari tulisanku ini? Mungkin jiwalah yg mampu menjawab.
    Tapi ini bagus dan menjiwai bener.
    Ketakutan akan masa depan,kesadaran akan adanya Tuhan dan kekaguman terhadap alam sebagai bagian dari alam.
    Ini karya yang hebat mbak,SELAMAT..

  3. sesaat,aku memikirkan langit yang hitam kelam namun dihiasi kerlip bintang2…andaikan ada secangkir kopi jahe hangat dan pisang goreng di meja depan ku ini…hehehe…

    waaah mbak indah makin dahsyat bikin tulisan2nya

  4. fufufu…

    kalo kita memandang hidup ini dengan arif,
    semua yg terjadi, smua yg kita ‘miliki’ memang ada hikmahnya…

    dan menjadi lebih baik, memang adalah cita2 kita manusia kan, mbak…

  5. begitu indah, begitu indah…

    berkisah ttg hidup dan kehidupan, membuatku terharu,, kalau udah ng0mongin kehidupan, kematian juga akan diingat,

    selagi nafas masih sanggup dihembuskan,
    bersyukur pada ALLAH atas segala nikmat-Nya,, berupaya sebaik mungkin dalam hidup,

    alhamdulillah… 😀

    mari kita berupaya menjadi manusia yang baik..

    ^mencoba memperbaiki sisi2 yg rapuh di sana-sini^

  6. jika di sana ada ” laskar pelangi” sebuah karya istimewa seorang Andrea Hirata, aku yakin some day, some where, some how, akan hadir sebuah karya yang terlahir dari INDAH REPHI.

    keep it up, its time to do the right think in the right way……i believe it. you can be….

  7. cerita yg religius dan bermanfaat,
    untuk menjadi orang yang lebih baik harus berusaha yang lebih baik ( keras) dari sebelumnya

  8. wong tulisan bagus gini kok dibilang kesurupan hehehehe…. ini bagus loh karena mengingatkan kita kepada sang pencipta, sungguh pengambaran yang sempurna…

  9. Kesurupan aja bisa kayak gini, gimana kalo “normal”?
    Ato..mending kesurupan aja terus mbak, biar Bendol bisa ngedapatin siraman rohani
    hehe…..

  10. ehmmm you’re getting wiser and deeper my sister 🙂

    how are you?

    it’s been a long time i don’t visit here…

    i hope that’all befine

    have nice weekend

    may Allah always be with you 🙂

    warm regard from malang 🙂

  11. ehm…btw, mbak indah belajar nulis dari mana ?
    lama-lama tulisannya tambah keren banget,mending bikin novel aja mbak, ntar kalo laku keras buat modal meried, kan mo meried ya ?:-)
    ngingetin gw pada mbak lala (the bling of mylife) atau mas ichanx (bankir sesaat) yg sukses ngebuat buku…ok

  12. Aaah.. harimaunya imut 🙂

    Tulisan yang bagus Indah, bagus banget! Ya, semoga kita sama2 bisa menjadi manusia yang lebih baik setiap hari. Amin 😀

  13. wah….bagus lho mbak, g nyangka mbak ini pinter jg bkn hati terenyuh…
    kehidupan mngajarkan banyak hal, dan puisi mbak memberi bisikan ttg pandangan hidup yg berbda..

  14. “Tuhan tidak akan ridho melihat manusia tanpa syukur diujung lidah dan hatinya..”
    yang ini saya kena banget nih mbak … kena deh saya !

  15. Siapa bilang kesurupan.. puisimu bagus gini kok.
    Daku suka sama gambarnya.. sepertinya harimau yang masih junior ya.. belum keliatan sangarnya 😀
    Berarti puisinya bisa lebih sangar dari ini hehehe…

  16. Aku gak tahu, mbak..akhir2 ini naluri sastraku rada tumpul..

    Aku tahu tulisan ini sungguh bermakna..sayangnya aku belum bisa menemukannya..

  17. wah tentang sebuah kekuatan yang mungkin menjiwa yah harimau
    kadang kita memiliki kerapuhan tubuh namun kadang sebaliknya kerapuhan jiwa malahan yang mengecamuk
    harimau mu adalah tulisan mu hahaha

  18. @semua :

    makasih ya temen2 udah mampir, ngebaca terus berkomentar disini.. maaf ya saya belum kasih komentar balasan jg belum berkunjung ke “rumah” temen2 semua..insyaallah, i will! sabar yaa ^^v

  19. Indah?
    Koq Sulingnya hilang? disimpen dimana? atau dimakan Anak macan itu? (kiding mode On)

    Kedekatan diri dengan Sang Rabbi, Kebersihan Hati ketenangan bathin dan pikiran. Membuat semuanya serba Indaaaaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s