On Memories: Sapto Raharjo

sapto_raharjo

 

Baru saja saya menerima berita duka dari Mbak Wulan, Dosen Sastra Perancis UGM Yogyakarta (teman kuliah S2 saya dulu di Program Studi Kajian Budaya dan Media). Seniman Besar sekaligus Dosen kami di Pascasarjana dulu, Sapto Raharjo, meninggal dunia hari ini (jumat 27 februari 2009).

Sesaat saya teringat dengan wajah beliau yang khas sekali dengan gaya senimannya, rambutnya yang putih dan dibiarkan tergerai begitu saja. Almarhum dulu menjadi salah satu pendidik di Program Studi kajian Budaya dan Media (media and cultural studies) di Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Beliau mengampu matakuliah Industri Musik. Cara beliau mengajar sangat unik! kegiatan belajar-mengajar kami sering dilakukan diluar kampus. Beliau kerap mengajak kami belajar disanggar seninya di Jalan Gayam, no 16, Yogyakarta. Dari beliau lah saya mulai menyukai musik instrumental jawa, gending. Walaupun setiap beliau mengajar saya malah asik dengan rasa kantuk saya, keluhan saya “paaakkk..bosaaann…main musiik doong!!” dan membiarkan saya bermain dengan pulpen  dan jemari saya menciptakan isntrumen sendiri 😀  Beliau tidak pernah marah..malah, memberikan keleluasaan kepada saya untuk mengekspresikan diri dalam seni *ya seperti mainan gong, dan alat2 lain semau saya 😀 *

sekilas tentang Almarhum Sapto Raharjo :

Sapto Raharjo menggeluti dunia musik ia geluti sejak tahun 1963. Pada awal kariernya ia tergabung dalam sanggar tari dan karawitan Arena Budaya Yogyakarta. Di sana ia belajar memainkan gamelan, struktur gending, tari Jawa terutama sebagai Hanoman dan Laksmana (Sendratari Ramayana). Dampit group ia bentuk karena merasa bahwa jalurnya adalah di musik bukan bisnis.

Pekerjaannya berkaitan dengan bidang multimedia yakni, seniman musik, broadcaster, organizer dan tergabung dalam Komisi Penyiar Radio Indonesia. Pernikahannya dengan Isti Indraeni dikaruniai Tiga orang anak yaitu Desyana Wulani Putri,S.E., Ishari Sahida dan yang terakhir adalah Dyah Sawarni Dewi.

Riwayat pendidikannya, dimulai TK BOPKRI Ungaran Yogyakarta, kemudian SD Ungaran Yogyakarta, SMP 5 Yogyakarta, SMA 3 Yogyakarta, dan yang terakhir di Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI). Pengetahuan, keahlian dalam bidang seni terutama musik ia dapatkan dari membaca banyak literature, dengan berhubungan dengan banyak pihak. Bisa dikatakan dia belajar bermusik secara otodidak. Karena alat musik utama yang digunakan adalah gamelan, maka tokoh yang paling dominant mewariskan pengetahuan tentang gamelan adalah seorang bapak gamelan yakni Ki Cokro Warsito.
 
Sudah banyak karya-karya seni musik yang dihasilkannya dari yang berupa konser-konser maupun rekaman atau album, diantaranya adalah konser musik dengan judul Musik Kaleng, Yogyharmonik 80, WIN (konser musik 3 hari non-stop yang dipentaskan di Yogyakarta). Sedangkan judul album yang dihasilkan diantaranya adalah :Borobudur Suite, Java, Merapi, dan Katak-katak Bertanggo. Selain berupa album dan konser-konser, Sapto Raharjo juga membuat karya-karya tulisan dan buku.

Sapto Raharjo adalah seorang seniman yang identik dengan gamelan. Tak hanya gamelan tradisi, Sapto juga melakukan ekplorasi gamelan dengan menggunakan teknologi modern seperti komputer dan synthesizer. Perannya bagi perkembangan gamelan semakin jelas ketika ia membuat festival internasional Yogyakarta Gamelan Festival pada tahun 1995 yang hingga kini masih berlangsung.

 

Selamat jalan pak… damailah disana..

Doa dan cinta kami selalu 🙂

Advertisements

30 thoughts on “On Memories: Sapto Raharjo

  1. Pak Sapto memang seniman besar. Innalillahi wir semoga diterima di sisiNya. Amiin.

    Kepada yang dtinggalkan semoga tawakal, yo mba’e. Gak usah nangis berkepanjangan…

  2. seorang pahlawan bukan mencetak berita, tapi dia mencetak sejarah!
    semoga almarhum diterima di sisiNya. semua dosanya diampuni, amalan2nya diterima, dan ditempatkan di tempat terbaik di surgaNya.
    amin!

  3. Inalillah…

    semoga arwahya di terima disisi Allah. SWT amin

    Baru bisa blogwolking setelah sekian lama puasa dari dunia maya… hehe

    apa kabar jeung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s