rendezvous

zseq31ingatkah kamu? kaki-kaki kecilku ini selalu mengikuti kemana pun langkahmu pergi

tertawa meniru tawamu. menangis dengan caramu dan bahkan seolah-olah aku menjadi dirimu.

ingatkah kamu dengan sepeda tua itu? yang selalu membawaku pergi kemanapun kamu pergi. ke tanah lapang…  ke padang ilalang.. atau bahkan berburu belut di rawa-rawa.

 

aku dan kamu. sama-sama berlari… mencari ujung langit yang tak pernah kita pegang. karena ujung itu tak pernah kita dapati.. hanya menjadi sebuah busur yang terus menjauh dan membesar. namun kelak, aku dan kamu akan menjadi panah bagi busur itu.

 

aku dan kamu, terpisah oleh jarak dan waktu. kita sadar, aku dan kamu bukanlah untuk dipisahkan.

kita berada di titian yang berbeda.. tapi mengejar matahari yang sama..

untuk itu, aku akan bersabar. kelak, pertemuan akan menyambut kita kembali..

dan bergandengan tangan pulang ke padang ilalang…

aku merindukanmu.

 

 

dedicated for my dearest brother

i miss u so..

–indah rephi–

Advertisements

21 thoughts on “rendezvous

  1. lagi kangen ya ndah sama brother-mu itu….
    aku g punya brother… 😦
    kadang pengen banget punya, satuuuu ajaaaaa…. tapi sekarang musti nyomot dimana coba..? :mrgreen:

  2. @sassie : kalo sie kangen tp ga bs ketemu, kirim doa aja sie.. Allah pasti nyampein ko 🙂

    @kidungjingga: iya lagi kangen sm kakakku mbak V 🙂 comot aja mas Hejis mbak, bs ko hihihi… 🙂

    @mas Hejis : he? mas ko jd kangen simbok’e? kan ini syair buat sang kakak hahaha… 😀

  3. wow kata-kata yang indah mbakkkk…………… mengingatkan aq pada adikq………. karena sudah sama-sama menikah jadinya kita jarang banget ktemuan…….. pa lagi beda kota……… i miss u my sisterrrr…………..

  4. @MAS HEJIS : hahaha…goleki simbok’e mas hihihi…

    @mbak Ika : iya mbak..kadang sodara kandung itu kalo deket berantem mulu tp kalo jauhan jadinya kangeeen teruuus 🙂

  5. ah… lagi pada kangen ya… :mrgreen: saya paling kangen sama si bungsu habib yang kalo kami pulang kantor selalu tersenyum dari balik kelambu jendela 🙂

  6. @mas Heri : hehehe..iya ni mas, kangen sm mas anto, kakakku sematawayang 😀 terakhir ketemu bulan juli, lebaran kemaren jg ndak ketemu. kalo udah gede gini baru kerasa ya mas kebersamaannya, padahal kalo deket2 juga malah cakar2an hahaha…
    masa2 ditunggu dan menunggu itu menyenangkan ya.. spt dek habib yg ngintip dari jendela nunggu abinya pulang 🙂
    bahagianyaa,,,

  7. @odie : samaaa 😀 aku juga… cakar2an malah hihihi…

    @kutu japra : waaaa…ada tamu special, manusia kutu hahaha…iyaa… kangen.. aku kangen pengen nampoooolll hahaha… selamat datang di duniaku kutuuu….sering2 mampir yaaa.. i miss u kutu kupret jeleek hihihi… 🙂

    @sweetstrawberry : iya.. masa2 kecil mmg masa2 paling indah sm kakak, sodara… keluarga 🙂 makasih atas kunjungannya ya mbaak 😀

  8. ini salah satu karya bagus. punya pengertian yg luas dan dalam. perlu pemikiran dg sayap imajinasi yg lebar untuk merefleksikan sebuah rasa. keren bgt.. ^_^

  9. Puisinya cantik sekali, Ndah..

    Berada di titian yang berbeda tapi mengejar matahari yang sama..
    Ah, sungguh cantik!

    …asal jangan seperti dua kereta api yang bergerak paralel, ya, Ndah… Karena nggak akan pernah bertemu, meskipun saling bersisian…

    Salam buat yang kamu kangeni itu, ya…

  10. @mbak Lalaaaa…. hihihi…
    makasih mbaak..
    kan aku juga belajar nulisnya sm mbak Lala 🙂
    iya mbak, itu puisi buat kakakku.
    kakakku cowok lho mbak, masih single, umur 29 tahun. lg cari jodoh *alah malah promosi* hihihi…
    i love u mbaaak 🙂 😀

  11. […] Kami berjarak 4 tahun. sebagai anak yang terlahir sebagai “si sulung” dan “si bungsu”, dan menjadi “si lelaki satu-satunya” dan “si gadis satu-satunya”, kami berdua saling “berebut” perhatian kedua orangtua, yang tentu saja tak pernah sekalipun, sedikitpun, sedetikpun memberikan “celah perbedaan” kepada kami berdua. Meski, aku lebih agresif meminta atensi lebih dari orangtua. sedangkan kakakku memilih pasif, tapi berharap kakakku, dulu, sebelum usianya menginjak umur 8 tahun, adalah seorang anak lelaki yang aktif, ceria dan lucu. tubuhnya yang putih, mata yang sipit, rabut ikal, jemari yang panjang nan lentik.. selalu bersikap manis, penurut, rajin…dan..errrr… dia selalu menunjukan gejala perilaku “anak baik-baik” kepada semua orang. di depan, di belakang..dimana-mana… tentu saja, dia adalah anak yang menyenangkan bagi setiap orang. Sebagai cucu pertama di keluarga ibuku, dan cucu ke 6 dari keluarga bapak , dia menjadi primadona, the center of affection.  yah, begitulah, anak lelaki, dan aku, wkt itu sangat menyesali kenapa aku nggak terlahir sebagai seorang lelaki. mungkin aku lebih tampan dari dia. oh, gilanya, aku sangat iri padanya. sementara aku… aku anak perempuan bertubuh kurus, nyaris tanpa daging. Rabut tipis dan lurus, kulit yang hitam, jelek, punya jempol yang pendek dan “mbentek”. aku.. aku jauh dari kata “anak perempuan yang lucu dan manis”. okay, aku sadar.. aku bukanlah anak yang “manis”. aku luar biasa aktif, bandel,  nakal, usil, tengil, dan memiliki gangguan konsentrasi, yes, ADD aka Atention Difisit Disorder. Membuat orangtuaku menepuk kepalanya sendiri berkali-kali ksetiap melihat tingkah polahku yang super ajaib dan berucap, “duh Gusti… anak wedokku kok koyo ngene…”. Sementara pada tetangga memuji “si anak laki-laki yang lucu dan menyenangkan”, sedangkan kepada gadis kecil-kurus-jelek-legam ini, mereka berteriak : “anak nakaaall!!!”.dan aku.. aku sangat yakin, dan memberi paten bahwa aku benar-benar iri padanya. cakaran demi cakaran aku goreskan ke kulitnya yang putih bersih. aku pukul dia. aku jambak rambutnya. aku tendang kakinya, tubuhnya. tanda bahwa aku kesal, aku marah.. aku iri padanya.. dia yang selalu disayang, diperhatikan, dipuja… Dia hanya membalasku dengan cengiran menahan sakit dan…, “buuu… dedek nakaall!!”. sekonyong-konyong ibu menghampiriku dan memberikan “kuliah subuh” bermenit-menit yang aku rasakan seperti bertahun-tahun lamanya, atau mungkin selamanya! yah, kakakku aku sebut sebagai pengadu, meski dia tak pernah sedikitpun, sekalipun menyentuh kulitku dan merasakan bahwa dia menyakitiku. Dia sangat…ah, dia menjagaku dengan sempurna. Meski tersakiti olehku bertubi-tubi, namun kakakku selalu menjadi  tameng ketika aku dimarahi orangtuaku,atas kebandelanku. kakakku selalu menjadi “kuda hitam” ketika aku tak berdaya dijewer & dicubit orang akibat kenakalanku. bahkan dia menjadi dewa pelindung ketika hampir semua orang “memusuhi” aku atas “kebrutalanku” itu. Dia benar-benar menjagaku dengan sempurna! Tapi keceriaan kakakku hilang ketika ia berusia 8 tahun. ntah apa yang terjadi, dia sakit. awalnya dianalisis terkena penyakit tifus. namun, setelah beberapa waktu tim dokter melakukan observasi, memasangkan “kabel-kabel menyeramkan” di dada, perut, kepala, tangan, kaki..disekujur tubuh kakakku — akhirnya mereka menyatakan bahwa kakakku memiliki kelainan jantung. aku tak tahu, waktu itu aku tak mengerti, separah apa penyakit kakakku itu, Tapi aku melihat kekhawtiran yang luarbiasa nampak di wajah kedua orangtuaku, terutama ibu, orang yang mengandung, melahirkan dan merawatnya dengan sempurna. Sementara, kakakku… dia terlihat ketakutan. Mungkin dia bisa menahan rasa sakit yang mendera,tapi aku yakin… dia sangat ketakutan.. terutama pada “kabel-kabel menyeramkan” itu. kakakku yang malang. Aku tak pernah mengerti apa hubungan penyakitnya itu dengan hilangnya keceriaan dari dalam dirinya. kakakku berubah drastis. Menjadi sosok pria kecil yang pendiam, pemalu, pasif, super-introvert. Meski tetap saja sebagai anak yang manis dan penurut. Seketika itu aku ingin mencabut paten akan keirianku padanya. aku menyesal. Kakakku, dalam sikap diamnya itu, aku tahu betapa ia sangat menyayangiku. Dalam kemarahannya, kekesalannya, kegalakannya, kekhawatirannya.. dia.. dia menyayangiku, sungguh! Dia rela memberikan apun yang ia punya, apapun yang seharusnya menjadi miliknya seorang, kepadaku. Bahkan, ketika aku meminta izin untuk menikah terlebih dahulu daripadanya. Ia memberi restu.. tertulus yang pernah ada di dunia ini. Dia pula yang mengantarkan aku kepelaminan, menyatukan tanganku dengan tangan suamiku. Dia melakukannya tanpa syarat.. namun dengan satu pinta,”aku ingin kamu bahagia dengan orang yang kamu sayangi selamanya…..” . ingatkah kamu? kaki-kaki kecilku ini selalu mengikuti kemana pun langkahmu pergi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s