Rain and Memories

sebenarnya, tulisan ini sudah saya posting di www.myblackraven.blogspot.com . tapi saya posting-kan lagi di wordpress saya ini, selain saya ingin berbagi cerita kepada teman2 semuanya, saya menyukai tulisan ini *memuji diri sendiri* karena dalam tulisan ini, ada berjuta cinta yang saya selipkan untuk keluarga saya.. selamat membaca…i love u all guys 🙂 🙂

saya suka dengan hujan…

saya begitu mencintai keluarga saya…

dan saya merindukan segalanya..

sabtu lalu, hujan turun terlalu pagi.aku pun tidak menyadari kedatangannya yang selalu kunanti itu. aku baru terjaga ketika Bun berusaha membangunkan aku berkali-kali, by phone, agar aku segera berwudhu dan Solat Subuh. Tubuhku terlalu letih dibuai malam yang begitu nyaman hingga “the 2nd u sleep”, ringtone khusus bwt Bun,menjadi miscalled indah dalam mimpi.susahnya membangunkan aku kalau sedang letih begini.
he was said, on the phone, “nduut…banguuun…Subuhan…dari tadi ditlp ga diangkat2, tidurnya pasti ngowoh yaaa..hehehe”. “iki lho bun, awakku remuk je…kaliren ampe keturon :D” *ini loh bun, badanku remuk nih, kelaparan ampe ketiduran*.”disitu hujan ga? di Bintaro Hujan nih..coba liat ke luar. kan Ndut suka hujan2an hahaha”..and so blah bla bla…
*gaya bahasa tulisan yang aneh, but it’s OK..yg penting cerita doong:D*
lalu…
sebelum berwudhu…
aku beranjak dari tempat tidur dan membuka jendela kamarku yang menatap ke arah luar. baru saja kubuka sedikit, aroma hujan yang selalu kunanti itu berhamburan, berusaha masuk dari setiap celah yang kuberikan.aroma yang kurindukan. walaupun, aromanya itu, jauh berbeda. sangat berbeda dengan aroma hujan yang turun di atas tanah kelahiranku.Hujan, membuatku merindukan segala-galanya. Hujan mengingatkan aku segala-galanya.
tentang diriku…
tentang tumpukan cinta yang menaungiku..
tentang ayah ibuku… keluargaku
dan segala janjiku kepada mereka
Hujan, tempatku berefleksi diri.
dan aku tak akan pernah lelah dan mengeluh karenanya.

akhir juli lalu, ketika keluarga berpamitan hendak meninggalkanku sendirian di Jakarta. aku hanya tertawa ringan menganggap ini adalah sebuah intermezzo.intermezzo yang mengantarkan aku kegerbang kesadaran bahwa aku sudah menjadi perempuan dewasa. bahwa aku harus memulai babak baru atas kehidupanku sebagai manusia tanpa perlindungan mereka seutuhnya. kepergian mereka menyisakan sesak dihati. meninggalkan aku di ruang paviliun sunyi tanpa suara mereka lagi. semenit setelah mereka berlalu dengan mobil merah marun kesayanganku itu, aku menyibukkan diri dengan melipat selimut, merapikan seprei dan benda-benda yang ada dikamar paviliun itu. tapi, kegiatanku itu tidak membuat perasaanku membaik, malah semakin menoreh perih.kesedihan yang menyembur begitu saja dari dalam hati, dan kumuntahkan dalam tangisan.
ibu, kerinduanku selama 7 tahun ini belumlah sirna
ayah, keinginanku atas pelukanmu belumlah berubah
kakak, harapanku atas lindunganmu belumlah berakhir
jangan tinggalkan aku sendirian disini…
aku membutuhkan kalian.selamanya. cinta kasih kalian tidak akan pernah tergantikan oleh apapun juga.

yah. aku merasa dipisahkan dari keluargaku sejak tujuh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2001, ketika aku lulus SMA. semua karena, sudah tradisi keluarga besar kalau anak-anaknya sudah lulus SMA pasti dilempar ke Jawa untuk kuliah. padahal, jawa juga tanah leluhur kami, tapi tetap saja berasa seperti merantau dinegeri orang. merantau dengan berbekal kenangan masa-masa indah bersama keluarga  sebagai pelipurlara dan doa-doa pengharapan, wejangan.

aku ingat, tulisan yang ada dalam kado berisikan kotak-musik yang kuidam-idamkan.kado yang diberikan ketika aku masih ada di bangku sekolah. disitu,dengan tulisan ibu, ayah&ibu mengatakan sesuatu padaku. sesuatu yang akan kuingat seumur hidupku.

“anakku,permatahatiku,anak yang selalu menjadi kebanggaan kami. kini dirimu sudah beranjak dewasa.Dan setelah lulus sekolah nanti,kami akan mengirimmu ke Yogyakarta, menyusul kakakmu disana. menyongsong masa depan,mencari yang terbaik untuk jadi pegangan masa depanmu. Ketika kamu, dan juga kakakmu, memutuskan untuk pergi, melangkahkan kaki keluar dari rumah ini, kami menyadari…suara, canda tawa, tangisan dan segala tentang kalian berdua menjadi jejak yang sesekali hadir kembali ketika kalian pulang, dan itu ntah kapan. yang tetap tinggal adalah esensi dari diri kalian.kalian akan jarang pulang dan menghabiskan waktu bersama kami lagi.
terlebih, kami sangat menyadari, suatu saat nanti,ketika dirimu anakku, dipinang oleh sang adam pilihanmu,semenjak itu pula kamu bukan milik kami sepenuhnya. langkahmu semakin menjauh, karena suamimu kelak yang akan menggantikan kami untuk melindungimu, menjadi sandaranmu, menjadi poros bagimu. namun, janganlah takut anakku, kami tidak akan pernah meninggalkan dan melupakanmu.
maka anakku,berjanjilah kepada kami untuk terus berjuang untuk hidupmu, jangan pernah menyerah kepada nasib, jangan pernah letih untuk berharap.tiada yang lebih membahagiakan kedua orangtua terkecuali melihat anaknya tersenyum bahagia atas hidupnya.buatlah kami bangga anakmu. bangga atas semangatmu, bangga atas perjuanganmu, bangga atas ketangguhan dan ketegaranmu. dan diantaranya, kami menyelipkan bait-bait doa agar Allah swt senantiasa memberikan kedamaian, kemudahan dan kebahagiaan bagimu, dan juga kakakmu.
jika suatu saat kesedihan menjadi badai besar bagi hidupmu, ingatlah nama yang kami sematkan padamu… “Perempuan Maret yang membawa keindahan”.walau pahit, getir,sesak dan sepedih apapun sejatinya hidup itu indah.walaupun tiada kami disampingmu, janganlah merasa sendirian, karena kami tidak pernah meninggalkanmu,dan yakinlah, Allah Swt selalu mendampingimu.selalu menjaga dan melindungimu dengan segala cinta Nya.
gadis kecilku…
ingatlah selalu,sepanjang hidupmu,kami sangat menyayangimu..”

Hujan mengingatkan aku segalanya. tentang aku dan ketika aku masih berada ditengah kehangatan keluarga. rasa kasih sayang yang tidak pernah habisnya tertumpah padaku..
dan kini, aku benar-benar menyadari aku sudah berubah.aku sudah dewasa.masa-masa kecil yang selalu dalam pelukan, tangan-tangan hangat yang mereka julurkan untuk menatihku, belajar untuk berjalan hingga pada akhirnya aku mampu berdiri tegak dan berjalan penuh harap dan senyuman. kini menjadi kenangan yang menjadi pondasi,pemicu dan pegangan bagiku untuk terus berjuang mewujudkan impian-impian ku dan pengharapan mereka.

teman-temanku sayangi dan perlakukanlah keluargamu dengan sebaik-baiknya, selagi bisa..selagi ada waktu.. buatlah mereka terseyum ^o^

Advertisements

13 thoughts on “Rain and Memories

  1. saya juga suka hujan.. dan bau tanah yang kena hujan serta bau segarnya dedaunan di depan rumah..

    sayang malang udah jarang ujan

    salam deri malang

  2. @rizoa: 🙂 🙂

    @sekilas info: SETUJUUUU 😀 😀 keluarga itu…seperti nafas..seperti detak jantung..dan seperti…seperti…. seperti apa yaaa??? hehehe 😀 😀

    @mas Heri: iya mas…kangen sama suasana hujan..terlebih, suasana hujan di kampungku, Lampung 😦 di jakarta mah jarang pohon..hujan turunnya ga cantik 😦 jadi homesick nih… T_T

  3. @hanggadamai:iya..gimana2 rumah sendiri itu paling nyaman 🙂 salam kenal, trims udah berkunjung 🙂

    @cantigi: iya mas..aku suka pelangi 😀 mkasih udah di link 😀 asik asik… semakin terkenal 😀 😀 😀 habisnya tempat mas cantigi paling rame sih..jadi boleh kan, numpang nampang 😀 ahaha…

    @cena: apa yg co cuwiit?? aku ya cen??ahaha

  4. @sie sayang..setiap orang punya jalan hidup sendiri2, Allah jg memberikan ujian yang berbeda2 disetiap langkah manusia-manusia Nya sbg tanda kasih dari Nya.begitu juga Sie, Allah memberikan ujian hidup kpd Sie krn Allah sayaang bgt sm Sie, Allah pengen Sie jadi manusia yg lebih baik dari hari kemarin, lebih baik dan lebih baik lagi.
    Sie, semangaat yaaa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s