Secangkir teh yang menemaniku
kepekatanmu selalu menghangatkanku
Ketika kebekuan merangsek masuk ke ulu hati
Jiwa ini penuh sesak
Tak sadar bahwa mulut ini tak diijinkan untuk bersuara
Aku diam
Menegukmu dalam dalam
Rindu perih sakit terhujam
Dan disaat ku mencoba mencabut sembilu yang menancap
Semakin kau ku tegak cepat-cepat hingga rasa itu tak pernah ada
Kesetiaanmu padaku
Melebihi kesetiaan seorang kekasih pada cintanya
Menemani setiap isak tangis dan tawa
Hingga kesepian tak berhasil menyetuh sukma
Secangkir teh yang selalu setia padaku
Aku bergumam kau diam
Aku marah kau genggam
Aku terjatuh kau menopang
Lara merintih merengek padamkan lilin
Dan kutiup namun secangkir teh tetap ku dekap
Ah..kau memang kekasihku
Dan kau tau itu…
Yogyakarta, oktober 2006
with love,
–Indah Rephi–





December 17, 2008 at 8:55 pm
kalo enaknya sih teh tubruk doong..apalag pake gula batu, lebih nikmaat ^__^
December 19, 2008 at 12:27 pm
krn teh enak rasanya hehehe…
December 20, 2008 at 11:25 am
iyo,sampe muntah
March 16, 2009 at 7:25 pm
teh tubruk…
setelah minum teh di tubruk….
gubrak!!!
jatoh deh…!