kopimu kopiku kopi-kopian

Ada kalanya, kita menuntut sesuatu yang lebih dalam hidup kita. Bahagia selamanya, senyuman setiap saat, keceriaan yang tiada akhir. Semua tentang “selamanya”. Sesuatu yang kekal, yang abadi dan tak ingin lekang oleh waktu. Namun, kita harus sadari bahwa tiada yang kekal di dunia ini. Dan ketika kita berdiri dalam suatu kondisi, semua tidak selalu sama seperti apa yang ada dibenak kita. Lalu, apa yang kita lakukan?

 

Jika dihadapan kita tersaji secangkir kopi pahit yang sangat tidak enak. Secangkir kopi yang sudah terlanjur kita buat namun tidak sesuai seperti apa yang kita inginkan. Apa yang akan kita lakukan agar kopi itu terasa lembut dan lezat tak hanya di lidah, namun juga terasa lezat dan lembut di tenggorokan dan perut kita?

Mungkin, kita bisa membuangnya begitu saja lalu membuat secangkir lagi dengan takaran yang berbeda. Namun, bagaimana jika secangkir kopi pahit itu adalah hidup kita, apakah kita juga akan membuangnya begitu saja?

 

 Lalu, apa yang akan kita lakukan kepada secangkir kopi pahit itu?

Kita bisa menambahkan susu di dalamnya dan menjadikannya secangkir macchiato yang lezat. Atau…atau… membuatnya menjadi secangkir cappucinno dengan mencampurkan susu dan wipped cream. Lalu diatasnya, kita hiasi dengan taburan kayu manis atau serutan coklat batangan.

Atau…Kita membiarkan kopi pahit itu tetap seperti apa adanya. Meminumnya dan membiarkan sensasi rasa pahit itu mencengkram lidah kita. Membiarkannya masuk ke dalam kerongkongan sampai ke lambung. Menikmati rasa pahit itu sebagai sesuatu yang layak untuk disyukuri dan dinikmati.

 

jadi, bagaimana dengan kopi buatanmu?

 

 

 

Jakarta, 14 april 2009

–indah rephi–

 

 

 

 

keterangan:

gambar dicolong dari sinii looh…

17 Responses to “Kopi Pahit itu pun terasa manis…”

  1. omiyan Says:

    dan kopi itu akan makin terasa manis jika sekedar mengambil award dari saya

  2. omiyan Says:

    ya award ini sebagai bukti bahwa persahabatan akan terjalin dimana saja dan kapan saja

    dan itulah kopi buatan saya tidak hanya saja manis tapi memaniskan hehehehe


  3. kopiku enak sekali

  4. cHie Says:

    aq lebiH memiliH…
    menambaHkan susu atw guLa didaLamx..
    kRna aq sUka kopi..maupuN guLax..;D

  5. yoan Says:

    kopi pahit…
    tanda kalo idup ga selalu manis, tapi kita bisa menelannya saja dan menikmatinya pelan-pelan…
    what the duck, anyway…
    life is like this, and we have to live it and love every second of it…

  6. wi3nd Says:

    sayan9na daku nda suka kopi,9imana kLu teh heheh..
    tapi mun9kin akan kutambahi den9an susu,a9ar terasa manis..jadina kopi susu ehhehe


  7. malam In
    kalau blue suka coffe cappucino
    bikinkan dong jeung In
    salam hangat selalu

  8. Tuyi Says:

    Heheu…saya ga’ suka kopi..
    Sukanya teh….
    esteh manis paling ma’nyuss…

  9. fitri Says:

    Kalo aku sih suka kopi maniez ndah…jadi ada pahit dan manieznya… just like our life, ada pahitnya, ada juga manieznya…..

    Just like me, maniezzz (dithuthuki indah…hoiii gak nyambung mbak).

  10. dindacute Says:

    yang pasti pilih yang kopi manis donk biar lebih berwarna tyus kalo udah bosan yang pahit juga bisa dicobain

  11. madhysta Says:

    kopi emang pahit…. gulaaa,… manis…. nah emang kopi mesti di campur gula biar nikmatnya terasa…. begitukah????

  12. phiy Says:

    aku lebih suka kasih susu,
    tapi biar gimana juga, capucino paling enak :mrgreen:

  13. kezedot Says:

    malam jeung In

    pa cabar nich

    salam hangat dalam dua musimnya blue

  14. kezedot Says:

    siang jeung Dah…
    postingan blue yg baru kagak tentang cemburu lho heheh……..
    salam hangat dalam persahabatan bersama blue dan kezedot

  15. kezedot Says:

    selamat malam,Dah……………..
    maaf ya jika di kezedot blue benar benar bikin u geleng geleng angguk angguk.

    salam hangat dalam persahabatan bersama blue dan kezedot

  16. Nisa Says:

    siikk, mikir. . . dah lama bgt gak ngopi, brapa taun yak. . wikikik,

    kalau soal hidup. . . . itu. . . . hmm..

  17. Mas Dhani Says:

    Yang pahit memang bisa berbuah manis… he..he kayak puisi saja.


Leave a Reply