Endlessly Poem
March 16, 2009

seorang laki-laki paruh baya, duduk tenang di atas batu besar di pinggir sungai sore itu. Pakaian hitamnya yang mulai pudar dan lusuh, tak memudarkan ketulusan yang terpancar dibalik sunggingan senyum di bibirnya. “inilah belahan jiwaku…”, ujarnya, sembari melirik caping dan seruling bambu yang ia letakkan di sisi kanannya. Caping dan seruling itu memang tak pernah jauh darinya. Ia hanya meninggalkan benda-benda kesayangannya itu ketika ia berada di surau.
Perlahan ia meraih seruling bambu itu dan memainkannya dengan sangat indah. nada-nada yang diciptakan dari seruling itu seakan memunculkan esensi dari masa lalu yang menggetarkan rongga-rongga jiwa, membangkitkan kenangan-kenangan yang penuh sesak dan tawa.
Langit tak sebiru dulu lagi
dan aku disini, ditepian ini, menunggu jingganya langitku
Usiaku yang kian berlanjut, tubuhku yang merenta,
tak semudah itu membuatku berhenti untuk berfikir…
tentang kehidupan dan esensinya.
berkisah tentang hidup itu seperti menulis sebuah syair
jika hati kita senang, kita akan menuliskan tentang keceriaan..kebahagiaan… tentang rasa.. rasa ketika kita merasakan jatuh cinta..
jika hati kita terluka, kita akan menuliskan tentang kepedihan dan kekecewaan yang mendalam… bahkan kemarahan terhadap kekasih.
membuatnya seindah mungkin.. atau.. sesedih mungkin
atau bahkan.. menuliskan kolaborasi diatara keduanya.
bagiku…
berkisah tentang hidup itu seperti ketika aku memainkan serulingku..
bernada tanpa sajak, berkisah tanpa tulisan dan kata-kata.
karena di dalamnya, aku menemukan esensi kehidupan di masa lalu
esensi yang membentangkan kerinduan seluas-luasnya..
Kerinduan akan Dia..sang Ilahi..
dari seruling inilah aku menemukan syair tanpa akhir…
Seruling itu ia mainkan dengan begitu sempurna. Sesempurna desiran angin yang membuai pucuk-pucuk ilalang. Gemericik air yang mengalir disungai itu pun menambah keindahan terhadap nada-nada yang di ciptakan dari seruling itu. Instrumen alam memang menakjubkan…
jangan tunjukan ketidakberdayaanmu dengan kehampaan.
itu hanya akan membuatmu semakin rapuh
maka, bersyairlah..
lengkapi nada serulingku dengan perasaanmu yang membuncah
mari kita berdendang..
bercerita tentang hidup dan kehidupan
berjiwa besarlah..tundukkan hatimu
Tuhan tidak akan ridho melihat manusia tanpa syukur diujung lidah dan hatinya..
Bapak Tua itu terus memainkan serulingnya. seluruh isi hatinya tertumpah di dalamnya, hingga tanpa terasa hari semakin senja. Sesenja mata bapak Tua itu, tapi tak sesenja hatinya.
Langit yang meredup diiringi kidung yang indah. Di ufuk sana, warna jingga menyemburat cantik. seperti mengucapkan selamat malam kepada sang cahaya, Matahari.
Pada titik akhir, bapak tua itu menghentikan dendangan serulingnya. Ia mengangkat caping bambu yang ia kenakan di kepalanya, lalu mengibaskannya perlahan ke arah tubuhnya. Seperti, mengeruk angin. Nampak terlukis guratan kelegaan yang luar biasa dari wajahnya. “Terimakasih serulingku… denganmu, aku bisa membuat syair tanpa akhir untukNya.. terimakasih capingku… denganmu, aku bisa merasakan keteduhan diantara gigitan-gigitan panas matahari.. seperti kesejukan ketika aku membasuh wajahku dengan air wudhu..”.
Tak terasa, azan magrib mulai berkumandang dari surau-surau. Suaranya yang samar-samar dari kejauhan terasa begitu merdu di hati. Bapak tua itu segera beranjak dari tempat duduknya, Dengan semburat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya yang menua, ia perlahan ia menurunkan kedua kakinya ke dalam sungai yang mengalir tenang. Gemericik suara air sungai membuat suasana senja semakin syahdu. Perlahan ia membasuh kedua telapak tangannya hingga kedua kakinya. ”Ya Robb.. ijinkan aku menghadapmu…”.
Jakarta di ujung Senja, 16 Maret 2009
– Indah Rephi–
Nb:
Kesurupan apa ya aku ini. ko nulis beginian.. namun, ya, semoga bermanfaat ^^
tentang harimau.. memang ga ada hubungannya secara langsung dengan tulisan ini. Ntah mengapa aku menyukainya, sama seperti singa jantan yang gagah sebelumnya ^^ Singa dan Harimau adalah simbol kekuatan dan ketangguhan. aku yakin, di dalam tubuh yang rapuh sekalipun jika kita mengigatNya.. akan muncul kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. jadi, jangan rapuhkan jiwamu seperti tubuhmu yang merapuh dengan menjauh dari-Nya ^^v
aku bukanlah manusia yang baik, maka, doakanlah aku agar menjadi manusia yang berdiri diantara orang-orang yang di kasihi-Nya.. amiin..




March 16, 2009 at 11:46 am
langit mungkin tak sebiru dulu lagi..
tapi langit masih mau menaungi makhluk2 kecil bernama manusia di bawahnya..
March 16, 2009 at 12:12 pm
he,,he,, pak tua?
umur boleh tua, semangat tetep muda
March 16, 2009 at 1:33 pm
Pak tua…. makasih puisinya ya…. ^_^
March 16, 2009 at 3:17 pm
Dear Indah,
Kita gak kesurupan karena mengingat Allah..
Dan kita semua adalah manusia biasa..
Tak luput dari kesalahan dan dosa..
Dan dibalik semua rasa itu..
Ada hati dan jiwa..
Ada Allah yang memiliki segalanya..
Dan meminjamkan pada kita..
Sambil melihat apakah kita tetap menjaganya..
Keep on moving forward Indah..
And keep on smiling..
I know you can..
March 16, 2009 at 9:47 pm
Iya ndah, aku doakan indah berdiri bersama orang2 yg disayang dan dikasihi Allah. Doain aku juga ya
March 17, 2009 at 12:37 am
indah banget puisimu….sukses nyaaakkk
March 17, 2009 at 8:04 am
Wah dalem nie, tapi gak tau aku maksud e apa
March 17, 2009 at 9:03 am
Kadang saat menulis gak kita sadari dan setelah selesai bru mikir,apa arti dari tulisanku ini? Mungkin jiwalah yg mampu menjawab.
Tapi ini bagus dan menjiwai bener.
Ketakutan akan masa depan,kesadaran akan adanya Tuhan dan kekaguman terhadap alam sebagai bagian dari alam.
Ini karya yang hebat mbak,SELAMAT..
March 17, 2009 at 12:26 pm
suka puisi to…???
March 17, 2009 at 1:07 pm
sesaat,aku memikirkan langit yang hitam kelam namun dihiasi kerlip bintang2…andaikan ada secangkir kopi jahe hangat dan pisang goreng di meja depan ku ini…hehehe…
waaah mbak indah makin dahsyat bikin tulisan2nya
March 17, 2009 at 11:22 pm
‘kesambet’ apa mbak ? hehe, makin keren ajah nih..
March 18, 2009 at 1:36 am
mbak…terharu deh…..
March 18, 2009 at 3:27 am
fufufu…
kalo kita memandang hidup ini dengan arif,
semua yg terjadi, smua yg kita ‘miliki’ memang ada hikmahnya…
dan menjadi lebih baik, memang adalah cita2 kita manusia kan, mbak…
March 18, 2009 at 4:27 am
puisinya bikin hati ini ngilu !!!
March 18, 2009 at 9:25 am
begitu indah, begitu indah…
berkisah ttg hidup dan kehidupan, membuatku terharu,, kalau udah ng0mongin kehidupan, kematian juga akan diingat,
selagi nafas masih sanggup dihembuskan,
bersyukur pada ALLAH atas segala nikmat-Nya,, berupaya sebaik mungkin dalam hidup,
alhamdulillah…
mari kita berupaya menjadi manusia yang baik..
^mencoba memperbaiki sisi2 yg rapuh di sana-sini^
March 18, 2009 at 6:54 pm
jika di sana ada ” laskar pelangi” sebuah karya istimewa seorang Andrea Hirata, aku yakin some day, some where, some how, akan hadir sebuah karya yang terlahir dari INDAH REPHI.
keep it up, its time to do the right think in the right way……i believe it. you can be….
March 19, 2009 at 1:52 am
ada post bru mbaknya…
gambar harimaunya lucu…
wkwkwkwk
March 19, 2009 at 10:17 am
Uhuk…uhuk…terharuuuu banget cerita yang membuat saya nangis tanpa air mata tanpa sesenggukan (nangis opo iku)
March 19, 2009 at 9:48 pm
Wah jadi bingung nih mo komen yang gimana yah???
Tapi postingannya bagus banget mbak, dapat darimana tuh???
March 20, 2009 at 3:40 am
cerita yg religius dan bermanfaat,
untuk menjadi orang yang lebih baik harus berusaha yang lebih baik ( keras) dari sebelumnya
March 20, 2009 at 4:35 am
aku jadi teringat indahnya senja di kaliurang
March 20, 2009 at 7:16 am
Peniup seruling bambu itu siapa toh, mba’e. Kok keren amat ya…
March 20, 2009 at 10:28 am
wong tulisan bagus gini kok dibilang kesurupan hehehehe…. ini bagus loh karena mengingatkan kita kepada sang pencipta, sungguh pengambaran yang sempurna…
March 20, 2009 at 6:33 pm
Kesurupan aja bisa kayak gini, gimana kalo “normal”?
Ato..mending kesurupan aja terus mbak, biar Bendol bisa ngedapatin siraman rohani
hehe…..
March 20, 2009 at 10:56 pm
ehmmm you’re getting wiser and deeper my sister
how are you?
it’s been a long time i don’t visit here…
i hope that’all befine
have nice weekend
may Allah always be with you
warm regard from malang
March 21, 2009 at 2:53 am
selamat menyiapkan agenda malam minmgguannya ya,jeung
semoga indah
salam hangat selalu
March 21, 2009 at 8:23 am
Tetap Semangat…
March 22, 2009 at 12:58 am
selamat menikmati minggu yg cerah,non
semangat yah
salam hangat dalam dua musimnya blue
March 22, 2009 at 3:11 pm
kesurupan malaikat tuh mba, hehehe
March 23, 2009 at 9:24 am
tar dulu
March 24, 2009 at 1:02 am
seindah orangnya…
seindah namanya…
seindah mbak indah….
March 24, 2009 at 4:04 am
ehm…btw, mbak indah belajar nulis dari mana ?
lama-lama tulisannya tambah keren banget,mending bikin novel aja mbak, ntar kalo laku keras buat modal meried, kan mo meried ya ?:-)
ngingetin gw pada mbak lala (the bling of mylife) atau mas ichanx (bankir sesaat) yg sukses ngebuat buku…ok
March 24, 2009 at 4:39 am
mantap banget de..cerita bareng bait puisi hhmmm terasa ada ditengah sawah..lho….
March 24, 2009 at 4:40 am
maksudnya…kata orang sunda mah mamantes saya sendiri bingung bahasa indonesianya
March 24, 2009 at 10:43 am
sungguh
tulisanmu begitu indah dik
March 24, 2009 at 10:54 am
nda kesurupan
won9 tulisanna mntrab je..
March 25, 2009 at 1:27 am
tulisan yg begitu menghangatkan…
March 25, 2009 at 3:11 am
mbak mampir yah….
March 25, 2009 at 3:21 am
Aaah.. harimaunya imut
Tulisan yang bagus Indah, bagus banget! Ya, semoga kita sama2 bisa menjadi manusia yang lebih baik setiap hari. Amin
March 25, 2009 at 7:10 am
kesurupan ajah … sambil berpusis

jadi manthab tulisannya.
salam
March 25, 2009 at 7:14 am
wew, indah semoga bukan hanya di tulisan
March 25, 2009 at 7:15 am
Puisinya Oke Juga…
Mantapz…mba’
March 25, 2009 at 7:43 am
Puisimu menggugah hatiku
indah memang indah
March 25, 2009 at 7:43 am
wah….bagus lho mbak, g nyangka mbak ini pinter jg bkn hati terenyuh…
kehidupan mngajarkan banyak hal, dan puisi mbak memberi bisikan ttg pandangan hidup yg berbda..
March 25, 2009 at 9:16 am
so sweet darling..
gue masih tetep terkagum-kagum dengan kata-kata puitis lu
March 25, 2009 at 9:25 pm
Kalo kesurupannya udah sembuh, nulis lagi yah… saya suka
March 25, 2009 at 11:00 pm
“Tuhan tidak akan ridho melihat manusia tanpa syukur diujung lidah dan hatinya..”
yang ini saya kena banget nih mbak … kena deh saya !
March 26, 2009 at 3:20 am
Kesurupan aja bisa nulis segini bagus…
hehehe
tapi mungkin karena kesurupannya pas waktu yang tepat ya….Pas Azan Maghrib…
March 26, 2009 at 4:39 am
nice post mbak
semoga kita semua berdiri diantara oranr-orang yang dikasihani-Nya mbak
Amin
March 26, 2009 at 11:56 am
selamat malam,jeung
gimana cabar?
mau ikut lagi arisan dengan blue hehhee…………
salam hangat selalu
March 26, 2009 at 1:00 pm
puisinya mbak indah bagussss bgt…
March 26, 2009 at 1:04 pm
berarti kalo kesurupan terus, bisa² mbak indah bikin postingan puisi melulu dunk hihihihihi…
March 26, 2009 at 1:09 pm
numpang hatrixxx dan sekalian ingin bersilturrahmi…sdh lama g berkunjung kesini…
March 26, 2009 at 2:18 pm
kunjungan perdana salam kenal aja, ceritanya bagus nich jadi pengen nyontek hehe,
March 26, 2009 at 3:04 pm
Siapa bilang kesurupan.. puisimu bagus gini kok.
Daku suka sama gambarnya.. sepertinya harimau yang masih junior ya.. belum keliatan sangarnya
Berarti puisinya bisa lebih sangar dari ini hehehe…
March 27, 2009 at 3:08 am
selamat pagi sahabat
semangat semangat yuk
salam hangat selalu
gimana cabar?
March 27, 2009 at 6:08 am
sekedar berbagi cerita
sudah lama aku tak berkunjung ke kaplingan anda
salm dari sesama blogger
March 28, 2009 at 12:40 am
kesurupan jin yang baik hati kaleeee!!!!
wekekekekek….
indah bangetdzzzz tyus maknanya juga dalem banget, makasih atas ilmunya
March 28, 2009 at 5:22 am
Aku gak tahu, mbak..akhir2 ini naluri sastraku rada tumpul..
Aku tahu tulisan ini sungguh bermakna..sayangnya aku belum bisa menemukannya..
March 28, 2009 at 7:14 am
satu kata ndah… “WOW!!”
keren…
ayo ndah kesurupan lagi!! hehe…
March 28, 2009 at 11:17 am
apa kabar mbak
manntab dech,…harimau dan Singa tak terbantahkan menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan.
hidup harimau…..
March 29, 2009 at 4:44 am
penuh dng syarat makna
)
March 29, 2009 at 7:00 am
wah tentang sebuah kekuatan yang mungkin menjiwa yah harimau
kadang kita memiliki kerapuhan tubuh namun kadang sebaliknya kerapuhan jiwa malahan yang mengecamuk
harimau mu adalah tulisan mu hahaha
March 29, 2009 at 7:39 am
kesurupan sufi macam jalaluddin rumi kali ya…
March 30, 2009 at 3:30 am
@semua :
makasih ya temen2 udah mampir, ngebaca terus berkomentar disini.. maaf ya saya belum kasih komentar balasan jg belum berkunjung ke “rumah” temen2 semua..insyaallah, i will! sabar yaa ^^v
March 30, 2009 at 4:14 am
hihihi, uda lama g ksini yah????
ada try out soalnya.
March 30, 2009 at 7:09 am
numpang lewat…ternyata de rephi belum update ya heheheh ya udahlah numpang komentar aja deh
http://bungaliani.wordpress.com/2009/03/30/situ-gintung-dan-sebuah-cermin/
March 31, 2009 at 6:21 am
kok tidak ada postingan baru lagi nih
March 31, 2009 at 8:33 am
hehehe keren
March 31, 2009 at 9:13 am
kok gg update sih ???
March 31, 2009 at 2:12 pm
bagus puisinya.
April 1, 2009 at 3:13 am
soulmate saya rainbow aja deh.. ^_^ sehat terus yaaaa..
April 1, 2009 at 5:21 am
komen lagi ah..
April 1, 2009 at 8:22 am
wohoho.. harus banyka belajar nihbiar bisa nulis kaya gini.
April 1, 2009 at 9:59 am
selamat siang
salam hangat selalu
ayo dong semangat dong yuk……..
April 1, 2009 at 10:27 am
Laki-laki paruh baya itu ternyata macan ya mbak? Kekekek…
Salam kenal dari Murid Baru mbak
April 2, 2009 at 8:12 am
April 2, 2009 at 9:28 am
lom ada yg baruu yaaa rep ???
April 2, 2009 at 11:53 am
Indah?
Koq Sulingnya hilang? disimpen dimana? atau dimakan Anak macan itu? (kiding mode On)
Kedekatan diri dengan Sang Rabbi, Kebersihan Hati ketenangan bathin dan pikiran. Membuat semuanya serba Indaaaaah.
April 5, 2009 at 1:21 am
doakaN sy jg mBa’ m’jdi oRg bae..;)
lam kenaL..;)
April 5, 2009 at 9:14 am
kok mantep yah,, hhehe,,
keren bgt deh, kakek tua peniup seruling,, hhehehe,,,
April 6, 2009 at 5:32 am
cakep artikelnya, penuh perenungan. . .
April 6, 2009 at 8:56 am
Mbak Indah, kamu dapet Award dari saya,
Awardnya bisa di ambil di blog saya,
Terima Kasiiihhh….
April 6, 2009 at 2:04 pm
selamat malam jeung IN
sibuk banget ya sampai lupa posringa heheh………..
sukses selalu yah
salam hangat selalu
April 10, 2009 at 12:45 am
pagi Indah..
met liburran ya
patinya banyak acara dech?
salam hangat selalu
April 10, 2009 at 4:46 am
lanjut….ndah
hehehe..
salamku
April 10, 2009 at 6:58 am
http://supanku.co.cc/arsip/04/2009/calegpks-melakukan-money-politik/
Baca beneran ya
April 10, 2009 at 7:00 am
http://supanku.co.cc/arsip/04/2009/calegpks-melakukan-money-politik/
Baca beneran
April 10, 2009 at 7:09 am
sekian dan terimakasih
May 8, 2009 at 2:16 am
wahh.. indah nian puisinya.
indah ini pintar juga bikin puisi.
udah coba kirim ke media belum?
May 11, 2009 at 10:47 pm
salam semuanya.. maaf ya blm bs berkunjung ke blognya temen2 hehehe.. be patient
^^v